• Allah SWT menjelaskan bahwa shalat mengandung dua hal yaitu mencegah perkara keji dan munkar. Barangsiapa melakukannya sesuai yang diperintahkan , maka shalat menjadi pelindung baginya dari perbuatan keji.
“Sesungguhnya shalat mencegah dari perbuatan keji dan munkar (QS.Al-Ankabut:45).

• Shalat juga sebagai penebus dosa-dosa selama tidak melakukan dosa-dosa besar.
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam lbersabda:
الصَّلَاةُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

“Shalat lima waktu dan shalat Jum’at ke Jum’at berikutnya adalah penghapus untuk dosa antara keduanya selama tidak melakukan dosa besar.” (HR. Muslim no. 342)

Dari Utsman bin Affan radhiallahu anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda:

مَا مِنْ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلَاةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا إِلَّا كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنْ الذُّنُوبِ مَا لَمْ يُؤْتِ كَبِيرَةً وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ

“Tidaklah seorang muslim didatangi shalat fardlu, lalu dia membaguskan wudlunya dan khusyu’nya dan shalatnya, melainkan itu menjadi penebus dosa-dosanya terdahulu, selama dia tidak melakukan dosa besar. Dan itu (berlaku) pada sepanjang zaman.” (HR. Muslim no. 335).

• Shalat 5 waktu merupakan ibadah yang Allah SWT syariatkan kepada Nabi Muhammad SAW secara langsung tanpa perantara malaikat. Berbeda halnya dengan kewajiban lainnya yang diwajibkan melalui perantara malaikat.

• Shalat 5 waktu diwajibkan di langit sementara kewajiban lainnya diwajibkan di bumi.
Karenanya sangat pantas kalau shalat 5 waktu dikatakan sebagai ibadah badan yang paling utama.

Keutamaan shalat subuh dan Ashar
• Mendapat jaminan masuk surga
• Mendapat perlindungan Allah
• Shalat Subuh dan Shalat Ashar amat tinggi perannya sebab dua kelompok malaikat penjaga di pertemukan pada kedua waktu shalat tersebut.
• Jika meninggalkannya maka pahala amalnya akan gugur.
Beberapa Dalil yang menjelaskan tentang keutamaan shalat Subuh dan Ashar:
1. “Dari Abu Musa ra bahwa Rasulullah SAW bersabda : Barangsiapa mengerjakan shalat Al-Baroain (Shalat Subuh dan Shalat Ashar), maka dia masuk surga.” (Muttafaq Alaih)
2. “Dari Jundub bin Sufyan ra berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa mengerjakan shalat subuh, maka dia dalam perlindungan Allah. Maka perhatikanlah hai anak Adam! Jangan sekali-kali Allah menuntut jaminannya sedikitpun kepada kalian.” (HR.Muslim)
Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang meninggalkan Shalat Ashar , maka (pahala) amalnya telah terhapus.” (HR.Al-Bukhari no.553)
3. Allah Ta’ala berfirman:
أقم الصلاة لدلوك الشمس إلى غسق الليل وقرءان الفجر إنّ قرءان الفجركان مشهودا
“Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (QS. Al-Isra`: 78)
4. Dari Imarah bin Ru’aibah radhiallahu anhu dia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda:

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا

“Tidak akan masuk neraka seseorang yang shalat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya.” (HR. Muslim no. 1003)
5. Dari Abu Musa radhiallahu anhu bahwa Rasulullah bersabda:
مَنْ صَلَّى الْبَرْدَيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa mengerjakan shalat pada dua waktu dingin, maka dia akan masuk surga.” (HR. Al-Bukhari no. 540 dan Muslim no. 1005)

6. Dari Jundab bin Abdullah radhiallahu anhu bahwa Rasulullah bersabda:
مَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فَهُوَ فِي ذِمَّةِ اللَّهِ فَلَا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ فَيُدْرِكَهُ فَيَكُبَّهُ فِي نَارِ جَهَنَّمَ

“Barangsiapa shalat subuh, maka ia berada dalam jaminan Allah, oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu dari kalian sebagai imbalan jaminan-Nya, sehingga Allah menangkapnya dan menyungkurkannya ke dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 1050)

7. Dari Jarir bin ‘Abdullah radhiallahu anhu dia berkata: Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ رَبَّكُمْ كَمَا تَرَوْنَ هَذَا الْقَمَرَ لَا تُضَامُّونَ فِي رُؤْيَتِهِ فَإِنْ اسْتَطَعْتُمْ أَنْ لَا تُغْلَبُوا عَلَى صَلَاةٍ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا فَافْعَلُوا

“Sesungguhnya kalian akan melihat Rabb kalian sebagaimana kalian melihat bulan purnama ini. Dan kalian tidak akan saling berdesakan dalam melihat-Nya. Maka jika kalian mampu untuk tidak terlewatkan untuk melaksanakan shalat sebelum terbit matahri dan sebelum terbenamnya, maka lakukanlah.” (HR. Al-Bukhari no. 521 dan Muslim no. 1002)

8. Allah berfirman:
“Dan bertasbihlah sambil memuji Rabb-mu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya”. (QS.Qaaf:39)