A. Iblis adalah Mahluk, Bukan Sekedar Sifat.
Tidak ada kaum Muslimin yang mengingkari keberadaan Iblis (jin) kecuali sebagian golongan al-Jahmi-yah dan al-Mu’tazilah. Namun pada saat ini ba-nyak yang terpengaruh, mereka beranggapan bahwa iblis bukanlah mahluk, melainkan hanya sekedar sifat yang disematkan kepada manusia yang suka berbuat jahat. Manusia yang jahat disebut iblis. Sunggguh pendapat ini adalah pendapat yang sangat batil.
Alloh Subhanahu Wata’ala berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kalian kepada Adam, maka sujudlah mereka kecualli Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Robbnya. Patutkah kalian mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain dari pada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (dari Alloh) bagi orang-orang yang dzolim’.” (QS.al-Kahfi (18):50)
Di dalam ayat ini, Alloh Subhanahu Wata’ala memerintahkan kepada para malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Adam as. Kemudian Iblis membangkang perintah Alloh Subhanahu wata’ala. Pem-bangkangan tersebut adalah sebuah perbuatan yng dilakukan oleh mahluk, bukan sifat, karena sifat tidak kuasa melakukan apapun. Kemudian dikatakan: “Dia adalah dari golongan jin.” Jadi lebih jelas lagi bahwa Iblis adalah mahluk dari golongan jin. Di dalam Shohih Muslim diriwayatkan dari ‘Aisyah Rodhiallohuanha, Rasullulloh Salallohu Alaihi Wasalam bersabda:
“Malaikat diciptakan dari cahaya, Iblis diciptakan dari nyala api murni (tanpa asap), dan Adam diciptakan dari apa yang telah sampai kepadamu (tanah).” (HR. Muslim)
Dan sini dapat disimpulkan bahwa iblis benar-benar makhluk, Diciptakan Alloh Subhanahu Wata’ala dari api.
B. Antara Iblis dan Setan.
Iblis adalah Setan. Dinamakan Iblis karena makhluk ini telah putus asa dari rahmat Alloh Subhanahu wata’ala, perhatikanlah ayat-ayat di bawah ini tentang pemakaian kalimat Iblis dan Setan:
Alloh berfirman:
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: ‘Sujudlah kalian kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali iblis; …”(QS. al-Baqoroh [2]:340)
Alloh Subhanahu Wata’ala juga berfirman:
“Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dari surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: ‘Lalu keduanya digelincirkan oleh setan dai surga itu dan dikeluarkan dari keadaan semula dan Kami berfirman: ‘Turunlah kamu! Sebagian kamu menjadi musuh bagi yang lain, dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan ke-senangan hidup sampai waktu yang ditentukan ‘.” (QS. a;-Baqarah [2]:36)
C. Keyakinan Bahwa “Iblis Tidak Ada” adalah Sangat Berbahaya.
Tidak meyakini adanya iblis adalah merupakan musibah yang bisa menyebabkan kekafiran besar. Seseorang tidak akan pernah menyadari akan bahaya-nya. Bahwa Iblis selalu memerangi manusia dari arah, depan, belakang, kiri dan kanan, dengan berbagai macam kejahatan yang akan menggelincirkan kepada kemaksiatan, menuju neraka Jahannam. Naudzubillah min dzalik.
Betapa bahayanya makhluk ini sehingga Alloh mengajarkan dia dengan lafaz-lafaznya langsung untuk berlindung darinya.
Alloh Subhanahu Wata’ala berfirman:
“Dan katakanlah: ‘Ya Robbku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan akau berlindung (pula) kepapda Engkau ya Robb-ku, dari kedatangan mereka kepadaku’.”(QS. al-Mu’minun [29]:97-98)
Lafaz-lafaz doa khusus ini harus kita amalkan setiap saat untuk terlepas dari tipu daya mereka.
D. Iblis dan Bala Tentaranya.
Alloh Subhanahu Wata’ala berfirman:
“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kalian dapat tipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapak kalian dari surga, ia menangalkan dari keduanya pakaian-nya untuk memperlihtkan kepada keduanya’auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kalian dari suatu tempat yang kalian tidak bisa melihat mereka. Se-sengguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” ( QS. al-A’rof[7]:27)
Kebencian iblils terhadap manusia adalah ke-bencian yang sangat jahat. Sesuai dengan sumpahnya iblis akan menyesatkan Adam dan keturunannya, men-jerumuskan ke dalam neraka.
Kejahatan iblis mengancam setiap anak Adam, baik yang beriman maupun yang kafir. Sebab pada dasarnya iblis benci terhadap makhluk yang bernama manusia. Kebencian itu karena dendam ke-sumatnya kepada manusia, dia terlaknat dan terusir dari jannah karenanya.
Realisasi sumpah iblis untuk menyesatkan manusia dari sirotulmustaqim hingga hari Kiamat bukanlah isapan jempol. Upaya penyesatan itu terjadi dari zaman kezaman. Seorang muslim tidak boleh merasa tenang, sebab ancaman datang setiap saat.
Ibis dan bala tentaranya memiliki strategi dan perangkap yang banyak untuk menghancurkan manusia, Upaya-upaya pengkaburan terhadap dien yang murni terus dilakukan. Munculnya aliran-aliran sesat sesungguhnya tidak lepas dari skenario iblis la’natulloh ‘alaih.
E. Beberapa bentuk kejahatan iblis.
– Mengajarian sihir. (QS. al-Baqoroh [2]:102)
– Turun kepada pendusta, pendosa dan yang mendengarkan mereka, berpenampilan sebagai seorang penyair yang mengatakan perkataan-perkataan yang indah, padahal mereka sering mengatakan apa yang mereka sender tidak mengerjakannya. (QS. asy-Syu’aro[26]:221-227)
– Menjadikan manusia lupa mengingat Alloh. (QS. al-Mujadilah [58]:19)
– Menimbulkan perselisihan di antara hamba-hamba Alloh (QS. al-Isro’ [17]:53)
– Setan dikirim kepada orang kafir untuk meng-hasung mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh. (QS. Maryam [19]:83)
– Selalu menyertai orang yang berpaling dari al-Qur’an. (QS. az-Zukhuf [43]:36)
– Membangkitkan angan-angan kosong. (QS. an-Nisa’ [4]:102)
– Hanya dengan meniti jalan yang lurus lagi murni, jalan yang ditempuh oleh Rosululloh dan para sa-ha-batnya, manusia akan terselamatkan dari tipu daya iblis la’natulloh alaih…!!. Jalan inilah yang akan meng-antarkan manusia kepada keselamatan dan ke-bahagiaan dunia dan akhirat. Wallohu A’lam.