Etos merupakan syarat utama bagi semua upaya peningkatan kualitas tenaga kerja atau SDM, baik pada level individual, organisasional, maupun sosial.

Kerja sebagai kehormatan, dan karenanya kita wajib menjaga kehormatan itu dengan menampilkan kinerja yang unggul. Kehormatan itu berakar pada kualitas dan keunggulan. Yang utama adalah keunggulan budi dan keunggulan karakter yang menghasilkan kerja dan kinerja yang unggul pula. Tentunya, keunggulan tersebut berasal dari buah ketekunan seorang seorang pekerja. Kemampuan menghayati pekerjaan menjadi sangat penting sebagai upaya menciptakan keunggulan. Intinya, bahwa saat kita melakukan suatu pekerjaan maka hakikatnya kita sedang melakukan suatu proses pelayanan.

maka oleh karena itu etos kerja selayaknya memperhatikan kualitas pekerjaannya. Ini artinya, dalam bekerja hendaknnya ada keseimbangan antara kecerdasan emosional, intelektual,dan spiritual tetap terjaga dan terpelihara yakni pekerjaan itu dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Tanggung jawab terhadap kerja berarti kesiapan untuk bertanggung jawab akan segala kemungkinan yang terjadi dalam suatu pekerjaan karena kerja adalah saksi dari sebuah dedikasi hal ini dapat mendukung sekali terhadap bekembangnya sikap profesionalisme dalam bekerja. Penghayatan yang mendalam terhadap prinsip etos kerja akan berimplikasi positif dan konstruktif terhadap perkembangan kepribadian seorang pekerja.

Adapun hal-hal yang dapat meningkatkan gairah seorang pekerja khususnya etos kerja menurut pendapat saya adalah:

Memiliki motivasi yang jelas, nyata dan terukur.
Lingkungan kerja/ kantor yang menduukung.
Menumbuhkan rasa cinta terhadap setiap pekerjaan yang kita lakukan.
Menikmati dan menjalakan segala tanggung jawab dengan penuh keikhlasaan, kerelaan hati dan senang hati.
Memiliki target, visi dan misi, sehingga hal ini mampu menjadi tolak ukur bagi kita dalam menilai kualitas diri masing-masing.