PENGERTIAN BIRUL WALIDAIN

Birrul Walidain terdiri dari kata birru dan walidain. Birru atau Al-Birru berarti kebajikan dan Al-Walidain artinya kedua orang tua atau ibu bapak. Birrul Walidain berarti berbuat baik kepada kedua orang tua.
Al Birr yaitu kebaikan, berdasarkan sabda Rasulullah Saw (artinya): “Al Birr adalah baiknya akhlaq.” (HR. Muslim)
Al Birr merupakan haq kedua orang tua dan kerabat dekat, lawan dari Al ‘Uquuq yaitu kejelekan dan menyia-nyiakan haq. “Al Birr adalah mentaati kedua orang tua didalam semua apa yang mereka perintahkan kepada engkau, selama tidak bermaksiat kepada Allah, dan Al ‘Uquuq dan menjauhi mereka dan tidak berbuat baik kepadanya.”

HUKUM BIRRUL WALIDAIN

Para Ulama’ Islam sepakat bahwa hukum berbuat baik (berbakti) pada kedua orang tua hukumnya adalah wajib.
Dalil-dalil Shahih dan Sharih (jelas) yang mereka gunakan banyak sekali , diantaranya:
1. Firman Allah SWT (artinya): “Sembahlah Allah dan jangan kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua Ibu Bapak”. (Qs. An Nisa’: 36)
Dalam ayat ini (berbuat baik kepada Ibu Bapak) merupakan perintah, dan perintah disini menunjukkan kewajiban, khususnya, karena terletak setelah perintah untuk beribadah dan meng-Esa-kan (tidak mempersekutukan) Allah, serta tidak didapatinya perubahan (kalimat dalam ayat tersebut) dari perintah ini.
2. Firman Allah SWT (artinya): “Dan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al Isra’: 23)
3. Firman Allah SWT (artinya): “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang Ibu Bapanya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah dan menyapihnya dalam dua tahun. Maka bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang Ibu Bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu.” (QS. Luqman: 14)
4. Rasulullah Saw bersabda (artinya): “Keridhaan Rabb (Allah) ada pada keridhaan orang tua dan kemurkaan Rabb (Allah) ada pada kemurkaan orang tua.” (HR. Tirmidzi)
5. Rasulullah Saw beliau bersabda (artinya): “Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian mendurhakai para Ibu, mengubur hidup-hidup anak perempuan, dan tidak mau memberi tetapi meminta-minta (bakhil) dan Allah membenci atas kalian (mengatakan) katanya si fulan begini si fulan berkata begitu (tanpa diteliti terlebih dahulu), banyak bertanya (yang tidak bermanfaat), dan membuang-buang harta.” (HR. Imam Muslim)

KEUTAMAAN BIRRUL WALIDAIN

1. Termasuk Amalan Yang Paling Mulia
Dari Abdullah bin Mas’ud berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah Saw: Apakah amalan yang paling dicintai oleh Allah?, Bersabda Rasulullah Saw: “Sholat tepat pada waktunya”, Saya bertanya: Kemudian apa lagi?, Bersabda Rasulullah Saw “Berbuat baik kepada kedua orang tua”. Saya bertanya lagi : Lalu apa lagi?, Maka Rasulullah Saw bersabda: “Berjihad di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Merupakan Salah Satu Sebab-Sebab Diampuninya Dosa
Allah SWT berfirman (artinya): “Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya….”, hingga akhir ayat berikutnya: “Mereka itulah orang-orang yang kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga. Sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.” (QS. Al Ahqaf: 15-16)

Diriwayatkan oleh ibnu Umar bahwasannya seorang laki-laki datang kepada Rasulullah Saw dan berkata: Wahai Rasulullah sesungguhnya telah menimpa kepadaku dosa yang besar, apakah masih ada pintu taubat bagi saya?, Maka bersabda Rasulullah Saw: “Apakah Ibumu masih hidup?”, berkata dia: tidak. Bersabda beliau Saw: “Kalau bibimu masih ada?”, dia berkata: “Ya”. Bersabda Rasulullah Saw: “Berbuat baiklah padanya.” (HR. Tirmidzi)

3. Termasuk Sebab Masuknya Seseorang Ke Surga
Dari Abu Huraira berkata: Saya mendengar Rasulullah Saw bersabda: “Celakalah dia, celakalah dia”, Rasulullah Saw ditanya: Siapa wahai Rasulullah?, Bersabda Rasulullah Saw: “Orang yang menjumpai salah satu atau kedua orang tuanya dalam usia lanjut kemudian dia tidak masuk surga.” (HR. Imam Muslim)

Dari Mu’awiyah bin Jaahimah, Bahwasannya Jaahimah datang kepada Rasulullah Saw kemudian berkata: “Wahai Rasulullah, saya ingin (berangkat) untuk berperang, dan saya datang (ke sini) untuk minta nasehat pada anda. Maka Rasulullah Saw bersabda: “Apakah kamu masih memiliki Ibu?”. Berkata dia: “Ya”. Bersabda Rasulullah Saw: “Tetaplah dengannya karena sesungguhnya surga itu dibawah telapak kakinya.” (Hadits Hasan diriwayatkan oleh Nasa’I)
4. Merupakan Sebab keridhoan Allah
Sebagaiman hadits yang terdahulu “Keridhoan Allah ada pada keridhoan kedua orang tua dan kemurkaan-Nya ada pada kemurkaan kedua orang tua.”
5. Merupakan Sebab Bertambahnya Umur
Diantarnya hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin dia berkata, Rasulullah Saw: “Barangsiapa yang suka Allah besarkan rizkinya dan Allah panjangkan umurnya, maka hendaklah dia menyambung silaturrahim.”
6. Merupakan Sebab Barokahnya Rizki

ADAB BIRRUL WAALIDAIN

HAK-HAK YANG WAJIB DILAKSANAKAN SEMASA ORANG TUA MASIH HIDUP

1. Mentaati Mereka Selama Tidak Mendurhakai Allah (QS. Luqman: 15)
2. Berbakti dan Merendahkan Diri di Hadapan Kedua Orang Tua (QS. Al-Ahqaaf: 15), (QS. An-Nisaa’: 36), (QS. Al-Israa’: 23-24)

3. Merendahkan Diri Di Hadapan Keduanya
Tidak boleh mengeraskan suara melebihi suara kedua orang tua atau di hadapan mereka berdua. Tidak boleh juga berjalan di depan mereka, masuk dan keluar mendahului mereka, atau mendahului urusan mereka berdua. Rendahkanlah diri di hadapan mereka berdua dengan cara mendahulukan segala urusan mereka, membentangkan dipan untuk mereka, mempersilakan mereka duduk di tempat yang empuk, menyodorkan bantal, janganlah mendului makan dan minum, dan lain sebagainya.
4. Berbicara Dengan Lembut Di Hadapan Mereka (QS. Al-Israa’: 23)
5. Menyediakan Makanan Untuk Mereka
Menyediakan makanan juga termasuk bakti kepada kedua orang tua, terutama jika ia memberi mereka makan dari hasil jerih payah sendiri. Jadi, sepantasnya disediakan untuk mereka makanan dan minuman terbaik dan lebih mendahulukan mereka berdua daripada dirinya, anaknya, dan istrinya.
6. Meminta Izin Kepada Mereka Sebelum Berjihad dan Pergi Untuk Urusan Lainnya
7. Memberikan Harta Kepada Orang Tua Menurut Jumlah Yang mereka
Inginkan
8. Membuat Keduanya Ridha Dengan Berbuat Baik Kepada Orang-orang yang Dicintai Mereka
Hendaknya seseorang membuat kedua orang tua ridha dengan berbuat baik kepada para saudara, karib kerabat, teman-teman, dan selain mereka. Yakni, dengan memuliakan mereka, menyambung tali silaturrahim dengan mereka, menunaikan janji-janji (orang tua) kepada mereka. Akan disebutkan nanti beberapa hadits yang berkaitan dengan masalah ini.

9. Memenuhi Sumpah Kedua Orang Tua
Apabila kedua orang tua bersumpah kepada anaknya untuk suatu perkaratertentu yang di dalamnya tidak terdapat perbuatan maksiat, maka wajib bagi seorang anak untuk memenuhi sumpah keduanya karena itu termasuk hak mereka.
10. Tidak Mencela Orang Tua atau Tidak Menyebabkan Mereka Dicela Orang Lain
11. Mendahulukan Berbakti Kepada Ibu Daripada Ayah
Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasulullah SAW “Siapa yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku?” Beliau menjawab: “Ibumu.” Laki-laki itu bertanya lagi: “Kemudian siapa lagi?” Beliau kembali menjawab: “Ibumu.” Laki-laki itu kembali bertanya: “Lalu siapa lagi?” Beliau kembali menjawab: “Ibumu.” Lalu siapa lagi?” tanyanya. “Ayahmu,” jawab beliau.” (HR. Bukhari)
Hadits di atas tidak bermaksud lebih mentaati ibu daripada ayah. Sebab, mentaati ayah lebih didahulukan jika keduanya menyuruh pada waktu yang sama dan dibolehkan dalam syari’at. Alasannya, ibu sendiri diwajibkan untuk taat pada suaminya, yaitu ayah anaknya. Hanya saja, jika salah seorang dari mereka menyuruh berbuat taat dan yang lain menyuruh berbuat maksiat, maka wajib untuk mentaati yang pertama. Maksud lebih mendahulukan berbuat baik kepada ibu, yaitu lebih bersikap lemah-lembut, lebih berperilaku baik, dan memberikan sikap yang lebih halus daripada ayah.

HAK-HAK ORANG TUA SETELAH MEREKA MENINGGAL DUNIA

1. Menshalati Keduanya
Maksud menshalati di sini adalah mendo’akan keduanya. Yakni, setelah keduanya meninggal dunia, karena ini termasuk bakti kepada mereka. Oleh karena itu, seorang anak hendaknya lebih sering mendo’akan kedua orang tuanya setelah mereka meninggal daripada ketika masih hidup. Apabila anak itu mendo’akan keduanya, niscaya kebaikan mereka berdua akan semakin bertambah, berdasarkan sabda Rasulullah Saw: “Apabila manusia sudah meninggal, maka terputuslah amalannya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendo’akan dirinya.” (HR. Muslim)

2. Beristighfar Untuk Mereka Berdua
Orang tua adalah orang yang paling utama bagi seorang Muslim untuk dido’akan agar Allah mengampuni mereka karena kebaikan mereka karena kebaikan mereka yang besar. Allah SWT menceritakan kisah Ibrahim a.s dalam Al-Qur’an: “Ya, Rabb kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapakku…” (QS. Ibrahim: 41)
3. Menunaikan Janji Kedua Orang TUa
Hendaknya seseorang menunaikan wasiat kedua orang tua dan melanjutkan secara berkesinambungan amalan-amalan kebaikan yang dahulu pernah dilakukan keduanya. Sebab, pahala akan terus mengalir kepada mereka berdua apabila amalan kebaikan yang dulu pernah dilakukan dilanjutkan oleh anak mereka.
4. Memuliakan Teman Kedua Orang Tua
5. Menyambung Tali Silaturahim Dengan Kerabat Ibu dan Ayah